Immanuel Ebenezer (Noel): Dari Relawan Politik ke Wakil Menteri, Hingga Menjadi Tersangka
| Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (ketiga dari kiri) bersama tersangka lainnya berjalan menuju ruang konferensi pers usai terjaring OTT KPK di Gedung Merah Putih KPK. (Antara / Bayu Pratama S) |
Profil Singkat
Immanuel Ebenezer Gerungan, akrab disapa Noel, lahir pada 22 Juli 1975 di Riau. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Sosial dari Universitas Satya Negara Indonesia di Jakarta Selatan pada 2004 . Aktif dalam dunia politik, Noel pernah menjadi Ketua Umum gerak relawan politik Jokowi Mania (JoMan) pada Pilpres 2019. Ia juga pernah menjadi Komisaris Utama PT Mega Eltra dari Juni 2021 hingga Maret 2022 .
Mengawali dukungan politik, Noel sempat mendukung Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024 melalui kelompok Relawan Ganjar Pranowo Mania. Namun kemudian berbalik mendukung pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, dan menjadi Ketua Prabowo Mania. Lewat partainya, Gerindra, Noel kemudian dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) dalam Kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2024, mendampingi Menteri Yassierli .
Jejak Karier dan Kiprah sebagai Wamenaker
Selama menjabat Wamenaker, Noel menunjukkan gaya kepemimpinan yang energik dan kerap menjalani pendekatan langsung. Ia pernah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan-perusahaan yang menahan ijazah karyawan, dan beberapa kasus dituntaskan dengan tebusan, seperti ketika ia “patungan” untuk menebus ijazah pekerja di sebuah penyedia jasa keamanan di Jakarta senilai Rp 3,5 juta .
Selain itu, ketika terjadi aksi demonstrasi dari para driver ojek online menuntut THR menjelang Hari Raya, Noel duduk lesehan bersama Menteri Yassierli di kantor Kemnaker untuk membahas tuntutan tersebut, dan berhasil memediasi pemberian Bantuan Hari Raya (BHR) oleh aplikator berdasarkan kinerja driver . Ia juga terlibat dalam penanganan dampak ekonomi dari pailitnya PT Sritex, khususnya soal PHK massal dan pemulangan ijazah.
Kontroversi: Pernyataan “#KaburAjaDulu”
Sebelum kasus hukum yang menjeratnya, Noel sempat membuat pernyataan yang menuai reaksi beragam di publik. Saat mengunjungi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal pada Februari 2025, ia mengatakan:
“Mau kabur, kabur aja lah. Kalau perlu jangan balik lagi.”
Ucapan ini kemudian memicu pro-kontra, terutama dari warganet, dan menjadi sorotan atas gaya komunikasinya .
Kasus Korupsi: OTT, Tersangka, dan Pencopotan Jabatan
Penangkapan dan OTT oleh KPK
Pada 21 Agustus 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Immanuel Ebenezer yang dituduh melakukan pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan dalam pengurusan sertifikasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) . OTT ini juga menjerat 10 pegawai lain dari Kemenaker, menjadikan total tersangka dalam kasus tersebut sejumlah 11 orang .
KPK turut menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai dan puluhan kendaraan, antara lain mobil-mobil mewah dan sepeda motor Ducati .
Status Tersangka dan Pencopotan Jabatan
Pada 22 Agustus 2025, KPK resmi menetapkan Noel dan 10 orang lainnya sebagai tersangka. Hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) untuk mencopot Immanuel Ebenezer dari jabatannya sebagai Wamenaker .
Sebelumnya, MenSekneg Prasetyo Hadi menyatakan bahwa belum ada keputusan pemberhentian sampai pihak KPK menyampaikan penjelasan resmi. Setelah penetapan tersangka, Keppres pun segera ditandatangani . Seluruh penanganan kasus kini berada di ranah hukum dan pemeriksaan KPK.
Nilai Dugaan Korupsi
Menurut laporan, modus pemerasan terkait sertifikasi K3 ini berlangsung sejak 2019 hingga 2025, dengan total uang yang ditengarai mencapai Rp 81 miliar, di mana Noel diduga menerima sekitar Rp 3 miliar .
Immanuel Ebenezer memang tampil sebagai figur progresif, dekat dengan publik, serta punya pendekatan “aksi nyata” terhadap isu ketenagakerjaan: menyelesaikan masalah driver ojol, memperjuangkan ijazah pekerja, hingga promosi dialog sosial. Namun, perjalanan yang menjanjikan tersebut kini ternoda oleh kasus hukum serius.
Kasus ini mencerminkan tantangan penegakan integritas di dalam birokrasi, serta pentingnya pengawasan atas praktik sertifikasi yang rawan disalahgunakan. Proses hukum yang transparan dan adil dari KPK akan menjadi penentu nasib politisi yang sangat populer semasa menjabat ini.
Sumber :
- Profil dan riwayat Immanuel Ebenezer: usia, pendidikan, jabatan sebagai Wamenaker.
- Aktivitas sebagai relawan politik dan jabatan struktural politik serta BUMN.
- Insiden #KaburAjaDulu dan reaksi publik.
- Kiprah masa jabatan: aksi mediasi driver ojol, penanganan Sritex, patungan ijazah.
- OTT oleh KPK, penyitaan aset, penetapan tersangka, jumlah tersangka, nilai dugaan korupsi.
- Pencopotan jabatan lewat Keppres oleh Presiden Prabowo dan proses resmi.