Asal Usul Nama Tasikmalaya : Antara Sejarah dan Cerita Rakyat

Ilustrasi Tasikmalaya zaman dahulu. (Soratara)

Soratara.web.id – Tasikmalaya adalah salah satu kota di Jawa Barat yang dikenal dengan julukan “Kota Santri” sekaligus “Kota Resik”. Selain kaya akan budaya dan kuliner, kota ini juga punya sejarah panjang yang menarik untuk dibahas. Salah satunya adalah asal usul nama Tasikmalaya yang ternyata punya beberapa versi, baik dari sisi sejarah maupun cerita rakyat.


Versi Sejarah: Letusan Gunung Galunggung

Sejarawan mencatat, nama Tasikmalaya erat kaitannya dengan peristiwa letusan Gunung Galunggung pada abad ke-11. Letusan dahsyat tersebut menyebabkan wilayah sekitarnya tertutup oleh material vulkanik, terutama pasir dan lahar.

Kata “Tasik” dalam bahasa Sunda berarti danau atau lautan kecil, sementara “Malaya” bisa diartikan sebagai gunung atau wilayah berbukit. Kombinasi keduanya melambangkan daerah yang dulunya dikelilingi oleh “danau-danau” kecil akibat letusan dan wilayah berbukit di sekitarnya.

Jadi, Tasikmalaya bisa diartikan sebagai “daerah yang memiliki banyak danau kecil di sekitar pegunungan”.


Versi Cerita Rakyat: Keindahan Alam dan Kesuburan

Dalam cerita rakyat Sunda, ada versi lain yang menyebutkan bahwa nama Tasikmalaya muncul dari gambaran alamnya. Kata “Tasik” diibaratkan seperti lautan luas, sedangkan “Malaya” menggambarkan kesuburan tanah dan keindahan bukit-bukitnya.

Masyarakat tempo dulu menganggap wilayah ini begitu indah bagaikan “lautan hijau” karena hamparan sawah, kebun, dan pepohonan yang menyejukkan mata. Dari situlah muncul penyebutan Tasikmalaya sebagai simbol tanah yang makmur.


Julukan Kota Santri

Selain asal usul namanya, Tasikmalaya juga dikenal sebagai Kota Santri. Hal ini karena sejak dulu, daerah ini menjadi pusat pendidikan Islam. Banyak pesantren berdiri di wilayah Tasikmalaya, menjadikannya salah satu basis penyebaran agama Islam di Jawa Barat.


Kota Resik

Julukan lain yang melekat adalah Kota Resik (kota bersih). Julukan ini muncul karena masyarakat Tasikmalaya terbiasa menjaga kebersihan lingkungan. Bahkan sampai sekarang, kebiasaan itu masih terlihat dari budaya gotong royong dan kepedulian warga terhadap lingkungannya.

Asal usul nama Tasikmalaya tidak bisa dilepaskan dari peristiwa besar letusan Gunung Galunggung yang membentuk bentang alamnya. Namun, cerita rakyat juga memberi warna tersendiri, menggambarkan keindahan dan kesuburan wilayah ini.

Keduanya, baik sejarah maupun legenda, membuat Tasikmalaya punya daya tarik tersendiri—sebagai kota yang bukan hanya indah, tapi juga kaya budaya dan religius.


Sumber :

  • Bappeda Kota Tasikmalaya – Sejarah Kota Tasikmalaya
  • Ensiklopedia Sunda, Ajip Rosidi (2000)
  • Cerita rakyat setempat yang berkembang secara turun-temurun