Tragisnya Raya: Balita Sukabumi Meninggal Dunia Karena Tubuh Dipenuhi Cacing Gelang
![]() |
| Raya, Balita Sukabumi Meninggal Dunia karena Tubuh dipenuhi Cacing Gelang. |
Soratara.web.id — Tragedi memilukan terjadi pada seorang balita bernama Raya—berusia 4 tahun—dari Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Raya meninggal dunia pada 22 Juli 2025, dalam kondisi tubuh yang begitu parah terdampak infeksi cacing gelang (askariasis) hingga menyebar ke organ vital seperti paru-paru dan otak. Kasus ini memicu keprihatinan mendalam masyarakat dan mengungkap sejumlah kegagalan sistem kesehatan hingga sosial di tingkat desa dan keluarga.
Latar Belakang dan Kondisi Keluarga
Raya lahir dalam kondisi sosial dan ekonomi yang sangat rentan. Ia termasuk kategori gizi buruk atau di bawah garis merah, dan menjadi objek pemantauan rutin oleh posyandu desa. Pemerintah desa bahkan menyediakan bantuan berupa susu, telur, ayam, dan makanan tambahan (PMT), meskipun sayangnya konsumsi bantuan tersebut hanya bertahan sekitar dua minggu saja, karena kemungkinan dialokasikan kembali untuk kebutuhan keluarga.
Kedua orang tua Raya menghadapi tantangan serius. Ibunya, Endah, memiliki gangguan jiwa, dan sang ayah, Udin, mengidap tuberkulosis (TBC)—keduanya membuat pola asuh terhadap Raya sangat terbatas. Kondisi administratif juga tidak mendukung; mereka tidak memiliki Kartu Keluarga (KK) maupun BPJS Kesehatan, sehingga akses terhadap layanan medis formal menjadi terhambat.
Lingkungan tempat tinggal Raya juga memicu risiko kesehatan. Rumah panggung dengan tanah terbuka di bawahnya—yang juga difungsikan sebagai kawasan kandang ayam—menjadikan anak-anak mudah terpapar kotoran hewan dan tanah yang tercemar. Kebiasaan bermain tanpa alas kaki dan kebersihan diri yang minim memperbesar peluang infeksi cacing.
Kronologi Kasus
13 Juli 2025: Raya dilarikan ke IGD RSUD Syamsudin di Sukabumi dalam keadaan tidak sadar sejak sehari sebelumnya dan mengalami syok karena kekurangan cairan. Dalam kondisi kritis, tim medis melihat cacing keluar dari hidungnya—menandakan infeksi parasit yang parah.
Pemeriksaan lanjutan memastikan diagnosis askariasis—infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Telur cacing diduga masuk lewat makanan/minuman atau tangan kotor, menetas di usus, lalu larva menyebar melalui darah ke paru-paru dan otak. Akibatnya, pasien bisa kehilangan kesadaran dan mengalami penyebaran cacing hingga saluran pernapasan dan BAB.
Dalam beberapa laporan disebutkan bahwa sekitar 1 kilogram cacing berhasil dikeluarkan dari tubuh Raya, baik melalui hidung, mulut, maupun anus—menjadi jumlah yang luar biasa besar. Hasil CT scan bahkan menunjukkan cacing dan telur sudah mencapai otak.
Raya dirawat intensif selama 8–9 hari sebelum akhirnya meninggal dunia pada 22 Juli 2025.
Dampak Sosial dan Respon Pemerintah
Kasus ini memicu reaksi kuat dari banyak pihak :
- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan keprihatinan dan mengecam kelalaian sistem di tingkat desa. Ia memutuskan untuk menunda pencairan dana desa Cianaga sebagai bentuk sanksi atas kegagalan perangkat desa—mulai dari PKK, posyandu, hingga bidan desa—dalam menjalankan fungsi perlindungan dan pelayanan warganya.
- Dewan dan DPRD Jawa Barat juga mempertanyakan efektivitas anggaran kesehatan yang besar, yang ternyata belum mampu mencegah tragedi seperti ini terjadi.
- Kemenkes RI mengingatkan kembali pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama pada anak-anak dan keluarga yang tinggal di lingkungan kurang bersih.
- Pakar kesehatan lingkungan, seperti epidemiolog Dicky Budiman, menekankan infeksi cacing gelang bisa terjadi melalui konsumsi makanan/minuman tidak bersih dan kontak langsung dengan lingkungan tercemar—hal ini diperparah oleh kondisi gizi buruk. Ia mengingatkan, dalam kasus ekstrem seperti Raya, akumulasi cacing bisa mencapai bobot hingga 1 kg.
- Media dan masyarakat luas menyebarluaskan video kondisi Raya yang viral—menampilkan tubuhnya dengan cacing yang menyebar dan keluar—sehingga makin menyedot simpati dan kritik terhadap sistem pelayanan sosial dan kesehatan di daerah.
Pelajaran dan Rekomendasi
1. Deteksi dini dan penanganan gizi buruk: Sistem posyandu dan PMT perlu diperkuat agar bahkan yang kurang administrasinya tetap mendapat pelayanan optimal.
2. Akses layanan kesehatan tanpa administrasi lengkap: Perangkat desa perlu lebih responsif dalam membantu warga yang kurang dokumen agar tetap bisa mendapatkan perawatan BPJS atau alternatif.
3. Pendidikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS): Edukasi di masyarakat sangat penting untuk mencegah infeksi parasit, khususnya pada balita yang sering bersentuhan langsung dengan lingkungan yang kotor.
4. Pengawasan dan akuntabilitas pemerintahan desa: Sanksi seperti yang dijatuhkan Gubernur Jabar bisa menjadi langkah penting untuk mendorong kerja efektif perangkat desa dalam melindungi warga.
5. Peran lembaga sosial dan relawan: Kecepatan relawan Rumah Teduh dalam membantu Raya menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil saat kegawatdaruratan terjadi.
Kasus tragis Raya telah mengingatkan kita bahwa infeksi cacing gelang, jika tidak ditangani serius—terutama pada anak dengan kondisi gizi buruk dan lingkungan kurang bersih—bisa berakhir fatal. Lebih dari itu, kematiannya adalah cermin pentingnya sistem perlindungan sosial, kesehatan yang inklusif, serta komitmen tegas dari semua tingkatan—dari keluarga, pemerintahan desa hingga provinsi—untuk memastikan tak ada nyawa tersia-siakan karena kelalaian.
Sumber :
- DetikNews – “1 Kg Cacing Dikeluarkan dari Tubuh Raya Balita Sukabumi yang Meninggal”
- DetikNews – “Balita Sukabumi Meninggal dengan Tubuh Dipenuhi Cacing, RSUD Ungkap Kondisinya”
- Kompas.tv – “Fakta Kematian Bocah di Sukabumi yang Dipenuhi Cacing…”
- Radar Mojokerto / Jawapos – “Memilukan! Bocah Asal Sukabumi Meninggal Karena Dipenuhi Cacing…”
- UMJ.ac.id – “Kasus Kematian Balita Raya asal Sukabumi : Seluruh Tubuh Dipenuhi Cacing"
- Liputan6.com – “Bocah Sukabumi Meninggal Dipenuhi Cacing, Pakar Ungkap Penyebab…”
- Metrotvnews.com – “Kronologis Bocah Perempuan di Sukabumi Meninggal Akibat Parasit Cacing”
- DetikJateng – “Kronologi Kematian Balita Raya yang Tubuhnya Penuh Cacing”
