Makanan yang Bertahan Lama di Medan Perang Zaman Dahulu

Ilustrasi perang kemerdekaan. (Merdeka.com)

Soratara.web.id – Perang tidak hanya soal strategi dan senjata, tetapi juga tentang logistik. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan pasukan di masa lalu adalah ketersediaan makanan yang tahan lama dan mudah dibawa. Para pejuang Nusantara hingga tentara kolonial sama-sama mengandalkan makanan sederhana namun penuh energi.

Berikut beberapa makanan yang dikenal mampu bertahan lama di medan perang zaman dahulu:

1. Tiwul dan Gatot

Tiwul makanan khas Gunung Kidul. (Liputan6.com)

Tiwul (olahan singkong kering) banyak digunakan sebagai pengganti nasi saat masa penjajahan Jepang dan juga menjadi makanan pokok di pedesaan.

Gatot adalah singkong yang dikeringkan hingga mengeras lalu dimasak kembali. Kedua makanan ini bisa bertahan lama tanpa lemari es, sehingga cocok untuk bekal para pejuang.


2. Nasi Aking

Ilustrasi Nasi Aking. (Republika)


Nasi aking adalah nasi sisa yang dijemur hingga kering, lalu dimasak kembali saat dibutuhkan. Meski sederhana, makanan ini mampu memberi energi untuk bertahan hidup di masa sulit, termasuk di medan perang.


3. Pindang & Ikan Asin

Ilustrasi Ikan Asin. (Lazada)


Ikan yang diawetkan dengan cara digarami atau dipindang (direbus lama dengan garam dan rempah) bisa tahan berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Para pejuang sering membawanya karena ringan, mudah dibawa, dan bisa langsung dimakan.


4. Dendeng

Ilustrasi Dendeng Sapi. (Liputan6.com)


Daging yang dikeringkan atau diasap, biasanya daging sapi atau kerbau, menjadi makanan tahan lama. Dendeng tidak hanya ada di Minangkabau, tetapi juga di berbagai daerah Nusantara dengan nama dan cara pengolahan berbeda.


5. Bekal Singkong & Ubi Rebus

Ilustrasi Singkong dan Ubi rebus. (iStock)


Selain olahan kering, singkong dan ubi rebus juga sering jadi bekal praktis. Meski tidak bisa bertahan sangat lama, makanan ini mudah ditemukan di pedesaan tempat pejuang bergerilya.


6. Rempeyek & Kerupuk

Ilustrasi Rempeyek. (Kompas.com)


Camilan ringan seperti peyek kacang atau kerupuk juga sering dibawa sebagai bekal tambahan. Karena kering, makanan ini bisa bertahan lama dan memberi tambahan energi.


Makanan & Semangat Perjuangan


Makanan-makanan sederhana ini bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga melambangkan daya juang dan kreativitas rakyat Nusantara dalam bertahan hidup di masa sulit. Dari singkong kering hingga ikan asin, semuanya menjadi saksi bisu bagaimana logistik sederhana mampu menopang perjuangan besar untuk kemerdekaan.